V for Vendetta (Bukan Review)


Remember, remember the fifth of November of gunpowder treason and plot. I know of no reason why the gun powder treason should ever be forgot.
Lihat judul blog ini! T For Turfa. Yap, nama dari blog ini terilhami dari judul sebuah novel grafis yang juga diadaptasi ke film yang judulnya V for Vendetta. Rasanya kurang afdhal kalo saya gak menyinggung novel/film ini di blog ini. Jadi, sekarang saya ingin sedikit membahas tentang film V for Vendetta. Mungkin tulisan ini tidak bisa dikatakan sebuah review karena ditulisnya juga secara asal-asalan. hehe

Mari kita bercerita dulu. Jadi di libur akhir tahun pelajaran ini saya gak punya rencana kemana-mana. Alhasil selama liburan ini saya di rumaaaaaah terus. Pernah sih keluar rumah, tapi bukan untuk liburan yang bener-bener liburan. Nah, kan kalo di rumah terus pasti bosen tuh. Akhirnya saya mendownload beberapa film untuk ditonton (jangan ditiru, ini artinya mencuri :( ). Salah satu film yang saya download adalah V for Vendetta.

Film ini diadaptasi dari sebuah novel grafis berjudul sama karangan Alan Moore yang diilustrasikan oleh David Lloyd. Tapi, katanya, ada beberapa plot dari film yang tidak sesuai dengan novelnya. Bahkan, katanya, pesan asli yang ingin disampaikan dalam novel tidak tersampaikan di film. Alan Moore mengatakan bahwa film V for Vendetta adalah sampah.
Terlepas dari itu, karena saya belum pernah membaca novelnya, jadi yang ingin saya bahas di sini adalah filmnya.

Jujur, saya bingung mau mulai dari mana. Film ini dimulai pada tanggal 4 November malam, seorang karyawan TV, Evey Hammond, keluar rumah pada pukul 11 (gak tau mau ke mana). Padahal, di Inggris saat itu diberlakukan aturan kita tidak boleh keluar lebih dari jam 11 malam. Akhirnya dia ketahuan sama fingermen. Tapi Evey Hammond ini diselamatkan oleh pria bertopeng Guy Fawkes yang ingin dipanggil V. Dia mengajak Evey ke atap sebuah gedung dan berjanji ingin mempertontonkan sebuah orkestra. Pada saat pergantian hari, V 'berakting' sebagai 'dirigen' dan tiba-tiba di speaker jalanan terdengar musik (yang sebenarnya dilarang oleh pemerintah). Lalu patung-gak-tau-siapa meledak (V tahu persis timing saat patung itu meledak). Karena malam ini, Evey dituduh sebagai komplotan V. Bagaimana selanjutnya? SUSAH NGEJELASINNYA!
Ceritanya rumit. Tap seru. Ada unsur black politic. Tapi, seperti judulnya, ada juga unsur balas dendam. Pokoknya gak rugi deh kalo beli film ini (kalo di Indonesia di jual :D).

Banyak kata 'mutiara' yang bisa diambil dari omongan-omongan V. Salah satunya "People should not be afraid of their governments. Governments should be afraid of their people.". Pokoknya worth it deh!

*bener-bener posting gak jelas -_-

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Ceyron Louis

Nama saya Turfa Auliarachman. Saya ingin begini, saya ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali.
Kalau begini aku jadi sibuk, berusaha kejar-kejar dia, matahari menyinari semua perasaan cinta, tapi mengapa hanya aku yang dimarahi.

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Saya yakin kamu bisa memilih dan memilah kata yang cocok dibaca semua umur.