Apa Cita-Cita Saya? Akan menjadi apa saya nanti?
Apa cita-cita saya? Beberapa formulir yang saya isi setahun terakhir menanyakan ini.
Sejujurnya, saya bingung saya bercita-cita menjadi apa. Sejak dulu.
Dulu waktu masih kecil, saya selalu menjawab dokter adalah cita-cita saya. Mengapa? Bukan karena saya memang ingin menjadi dokter, tetapi hanya karena saya sering bertemu dengan meraka.
Padahal, profesi yang saat itu sering saya bayangkan adalah menjadi joki atau kusir kuda. Yap, saya sangat menyukai kuda sejak saya masih sangat kecil. Tapi, sejak dulu juga, saya menolak menjadikan joki atau kusir kuda sebagai cita-cita, karena tidak umum :v (Waktu saya masih kecil cita-cita yang umum itu polisi, tentara, dokter, guru, pilot, pemain bola.)
Semakin lama, semakin saya banyak menonton dan membaca, saya menemukan profesi-profesi yang menurut saya keren dan mungkin saja saya ingin menjadikan itu sebagai cita-cita. Agen intelijen, kriptografer, tentara, bahkan pilot pesawat tempur. Tetapi tetap saja, saya hanya menganggap profesi itu keren. Saya tidak terlalu berharap masa depan saya akan menjadi mereka. Dan memang dari fisik dan kemampuan pun saya (sangat) tidak cocok.
Sekarang, saya sudah di penghujung masa-masa SMA MA. Dan saya masih tidak tahu apa cita-cita saya.
Lalu kuliah apa?
Memang jika saya melihat faktor cita-cita, saya tidak tahu mau kuliah ke mana. Tapi tentu saja itu hal yang tidak baik. Oleh karena itu, saya melihat faktor lain, yaitu faktor kemampuan. Mungkin, di antara semua jurusan favorit, saya sedikit lebih berkemampuan di bidang komputer. Oleh karena itu, saya daftar kuliah di jurusan yang berhubungan dengan komputer.
Berhubungan dengan jurusan yang saya pilih, sebenarnya saya juga kurang tahu akan menjadi apa saya nanti. Bidang yang lebih saya minati daripada yang lain dalam bidang komputer adalah programming. Tapi, dalam bayangan saya, menjadi programmer hanya menjadi pesuruh dari bos. "Hey kamu! Bikinin saya program tentang blablabla yang bisa blablabla. Saya mau programnya sudah jadi dalam sekian hari." Entahlah, semoga kenyataannya tidak seperti itu. Lalu maunya bagaimana? Saya juga tidak tahu.
Intinya, menjawab pertanyaan yang ada di judul, saya tidak tahu bercita-cita menjadi apa, dan saya juga tidak tahu nanti saya akan menjadi apa. Biarkan saja semua mengalir apa adanya :D
