Puisi : Mimpi
Malam seperti inilah yang membuat
ingatan tentangmu muncul dan timbul.
Ingatan tentang kita yang saling berbagi
cerita.
Yang berbagi cinta.
Lalu kita berpura-pura tidak tahu
paru-paru kita bekerja lebih cepat.
Sungguh aku tidak tahu apa yang
harus aku tulis lagi.
Hanya kamu, hanya kamu, hanya kamu,
yang menari-nari dalam pikiran dan
menjemput rinai-rinai air mata.
Kamu kupu-kupu meninggalkanku
yang selalu merindukan ulat.
Dan aku telah berhasil menulis mimpi-mimpi
tentang kamu yang tidak mungkin terjadi.
Tangerang Selatan, 15 Januari 2015

